Proses IVF dengan Long Protocol

Mengenai minimnya informasi lengkap mengenai program bayi tabung yang saya sudah cari melalui internet, website, blog, bahkan jurnal-jurnal, saya bertekad akan membeberkan semua yang saya jalani di dalam Blog ini, karena masih banyak pasangan diluar sana yang butuh informasi seperti saya waktu itu. Kami berdua memang merencanakan segala sesuatu itu sangat rapi dan detail. Hehe. Saya akan sharing mengenai semua proses yang sudah saya jalani, beserta obat-obatan dan dosis yang saya pakai.

Mohon maaf sekali bukan apa-apa, saya pun pada saat mau memulai program saya mencari informasi sebanyak-banyaknya termasuk biaya.  Karena saya dan suami tidak mau kami berhenti ditengah program karena biayanya tidak siap. Atau bahkan ada pemeriksaan-pemeriksaan yang seharusnya dicek tapi kami tidak mampu membayar karena tidak ada persiapan sebelumnya.

4 Januari 2017 – Memutuskan untuk menjalani program IVF / Bayi tabung

Hari menstruasi ke 2 saya bertemu dengan dr. Indra, SpOG. Saya di USG (End tipis, OV kanan 10 folikel, OV kiri 8 folikel.

Saya mulai dibuatkan time table oleh beliau, untuk garis besar program, kapan kontrol, dan kapan cek lab. (kalau ada yang masih bingung kenapa saya harus menjalani program bayi tabung, ada di konten yang ini)

Rencana tindakan: IVF Long Protocol.

Laboratorium: (tidak semua di cek ulang karena saya sudah pernah program lengkap di RSIA Sam Marrie sebelumnya. Beberapa hasil lab screening masih bisa dipakai. Klik disini)

Screening HIV, Hepatitis B, Hepatitis C – saya dan suami – Negatif

FSH: 6,92. Estradiol: <20.

Akan dijelaskan ulang oleh suster di nurse station mengenai garis besar haluan program agar kami tidak bingung lagi. Mulai hari ini pun saya sudah diwajibkan untuk minum asam folat 5 mg 1×1 setiap hari.

Beliau juga melihat mana pemeriksaan yang butuh diulang mana yang tidak. karena program sebelumnya kami sudah pernah periksa macam-macam pemeriksaan lab maupun radiologi.

Saya memilih cara ovulasi alami sebelum dimulai program stimulasi.

 

14 Januari 2017 – USG untuk melihat perkembangan folikel normal

Hari menstruasi ke 12. Saya dicek apakah ada PCOS atau tidak, ternyata hasil usg baik, dan ada salah satu folikel di ovarium kiri matang, USG: end 5,8 mm.

 

23 Januari 2017 – Cek Lab hormone dan penentuan mulai suntik

Hari menstruasi ke 21. USG: (End tebal, folikel kecil-kecil)

Terapi: Suprefact 0,5 mg jam 21.00 setiap malam hingga menstruasi.

Laboratorium:

Progesteron: 4,69, Estradiol: 161.

Obat suntik selama lebih dari 20 hari.

 

1 Februari 2017 – Pembelian obat Suprefact siklus ke 2

Waktu itu saya belum mens juga, mungkin karena hormone ditekan jadi siklus berubah, sehingga saya kembali lagi ke Morula untuk membeli obat tambahan.

 

3 Februari 2017 – Mens hari ke 1 siklus ke 2

Saya telepon ke Morula IVF disarankan datang hari ini, karena kebetulan mens keluar di pagi hari.

USG: End tebal, OV folikel kanan 10, OV folikel kiri 7

Diinstruksikan masih tetap dengan suprefact dengan dosis yang sama sampai nanti dihubungi suster untuk penurunan dosis.

 

6 Februari 2017 – cek lab hormone dan penurunan dosis downregulasi serta memulai stimulasi

Hari itu saya hanya cek lab hormone, ditemani suami, sambil diresepkan obat untuk stimulasi.

Laboratorium:

Progesteron: 0,47, Estradiol: 35.

Memulai suntik Gonal F 225 IU + suprefact 0,25 mg (setiap hari)

 

10 februari 2017 – menghitung folikel I

Sudah 4 malam saya suntik obat stimulasi, saatnya di cek untuk jumlah sel telurnya, disertai pengukuran untuk masing-masing sel telur. Hari ini saya ditemani oleh mamah mertua karena suami saya sedang sibuk. Jadilah pulang kerja post jaga malam saya ke klinik dengan mamah. hehe

USG: End 10,2 mm, OV folikel kanan 10 dengan ukuran sekitar 8-10 mm, OV folikel kiri 8 dengan ukuran sekitar 6-12 mm.

Melanjutkan suntik dengan dosis yang sama hingga 4 hari kedepan.

 

14 februari 2017 – Hari ke 12 siklus menstruasi kedua IVF

Yup di hari kasih sayang ini saya kontrol ke dr Indra lagi untuk mengukur apakah sudah cukup besar folikel-folikelnya.

USG: End 11,4.  OV kanan jumlah folikel 10 dengan ukuran sekitar 12-20 mm, OV kiri jumlah folikel 9 dengan ukuran 12-20 mm.

Karena masih kurang juga ukurannya, obat gonal diganti dengan Pergoveris 150 dan tetap dengan suntikan suprefact 0,25 mg selama 2 hari kedepan.

Sudah mulai jenuh disuntik. Semua tempat sudah biru. hehe

 

16 februari 2017 – Hari ke 14 siklus menstruasi kedua IVF

Dengan ditemani mamah saya, ternyata ukuran folikel sudah bagus dan siap dipanen dalam 2 hari kedepan.

USG: End 12,1 mm. OV folikel kanan jumlahnya 11, OV folikel kiri jumlahnya ada 12, ukuran sudah matang.

Laboratorium:

Progesterone: 1,1. Estradiol 5890. (disarankan minum air putih yang banyak dan makan banyak protein karena hormone tinggi ditakutkan ada OHSS)

Malam ini sudah bisa disuntik pemecah telur Ovidrel 250 UI dan sudah tidak perlu suntik downregulasi atau stimulasi lagi. Hari ini sudah dipersiapkan data, persetujuan operasi pengambilan sel telur, dan perjanjian untuk datang di hari sabtu. Malamnya dikabari oleh suster untuk disuntik jam 9 malam, tidak boleh kurang atau lebih karena sampai nanti operasi harus 36 jam dari suntik pemecah telur.

Semua pasien program IVF diberikan ini sebagai pedoman dan pengingat.

 

17 februari 2017 – Aktivitas seperti biasa

Mengurangi deg-degan karena besok akan OPU, saya pun zumba. Hehehe. Lumayan berkeringat dan mengeluarkan endorphine agar saya tetap positif thinking.

Malam harinya saya puasa sejak pukul 24.00 wib. Minum obat mual sebelum tidur.

 

18 februari 2017 – Ovum Pick Up

Its Harvest time! Saya dijadwalkan OPU pukul 9 pagi dan pukul 7 pagi saya sudah di lantai 3 Morula Bunda International Clinic. Dengan berpuasa tanpa makan dan minum, tanpa parfum, deodorant, make up, perhiasan, dan jam tangan.

Saya berganti baju dengan baju yg sudah disiapkan lengkap dengan tutup kepalanya. Ditemani suami di ruang pre operation. Setelah saya mulai masuk ke ruang operasi, suami saya diminta ke lantai 3 untuk menampung sperma. Di dalam ruangan operasi, setelah dibius saya pun tertidur lelap tanpa mimpi.

Bangun-bangun dengan kepala masih pusing, saya melihat sudah disiapkan makanan (sandwich, jus buah naga, air putih). Saya pun makan dengan lahap. Maklum, belum sarapan hahahahaha.

Alhamdulillah proses pengambilan telur td sangat lancar.

Ovarium kanan 11 folikel, 11 oocytes. Ovarium kiri 15 folikel, 15 oocytes. Total telur yang bisa diambil 26.

Resep pulang:

  • Ceptik 100 2×1 (antibiotic)
  • Analtram 3×1 (bila nyeri)
  • Crinone 1×1 malam
  • Uterogestan 200 2×1 pagi dan siang
  • Cabergoline 0,25 1×1 3 kali seminggu (mencegah OHSS)
Menunggu di ruang operasi sebelum saya dibius.

 

21 Februari 2017 – Konsultasi dengan embryologist

Hari ketiga setelah OPU, saya dan suami datang lagi ke Morula Lantai 2.

Dari total 26 telur: 19 bisa di- ICSI (Intra Cytoplasm Sperm Injection – 1 sperma disuntikan ke dalam 1 telur) dan 7 telur abnormal (tidak bisa dipakai). Tidak ada telur yang masih belum matang dan tidak bisa dikawinkan à 12 fertilisasi (sel-sel yang berkembang menjadi embrio)

Setelah mengerucut jadi 12: dikatakan 8 kualitasnya Good, 2 moderate, 2 poor.

Embryologist meminta ditunggu lagi 2 hari agar sel-sel itu berkembang ke tahap blastocyst (tahapan pembelahan sel yang sudah terbagi antara janin dan plasenta). Dikatakan jika sudah masuk dalam tahap ini embryo bisa tumbuh dan berkembang di dalam rahim. Merupakan kepentingan pihak lab juga jika tidak berhasil hamil berarti bukan kualitas dari embryo.

Tidak semua embryo bisa berkembang ke tahap blastosis. Biasanya hanya 30-40% saja, itu pun jika tidak ada yg berkembang atau perkembangan berhenti, tidak pula ditransfer embrio. Jadi betul-betul kita hanya bisa menunggu si calon anak ini berkembang ke yang seharusnya. Tidak ada faktor dari luar yang dapat mengubahnya.

agak stress waktu itu karena dari 2 kualitas embryo (excellent, good, moderate, poor) tidak ada yang excellent. Tapi sebetulnya kualitas good saja sudah bisa masuk criteria untuk dibekukan, bahkan yang moderate saja bisa tumbuh dan berkembang jadi janin pada sebagian orang. Ya namanya juga kita sedang berusaha maksimal memang maunya yang terbaik kan.

Anak-anak yang masih didalam kulkas. hehe

 

23 Februari 2017 – Embryo Transfer

Tibalah saatnya saya deg-degan. Dalam pikiran saya takut sekali hanya ada 2/3 embryo yang berkembang atau bahkan tidak ada sama sekali yang bisa di transfer.

Seketika itu suster mengatakan, “Sudah minum yang banyak bu? Kalau sudah mau pipis kita transfer Embryo-nya.”

Alhamdulillah senang sekali akhirnya programnya bisa dilanjutkan hingga ET. Ini merupakan tahapan terakhir dari program hamil secara bayi tabung.

Embryologis mengatakan kepada kami sebelum tindakan, “Selamat ya bu, hari ini transfer. Embryo-nya bagus. 90% masuk ke tahap blastosis.”

Bersyukur sekali saya sejak awal diperkirakan (mostly people) yang berkembang ke tahap blastosis paling banyak hanya 50% itupun jika semua kualitasnya excellent. Tapi anak-anak saya hampir semua berkembang dgn baik. Hebat ya masih jadi 1 sel tapi kalian sudah berusaha sekuat tenaga, terima kasih.

Dari 12 embryo yang berkembang ke tahap blastosis ada 11 dengan kualitas 1 excelent, 6 good, 2 moderate, 2 poor.

“Ibu masih muda banget, sesuai prosedur yang ditransfer hanya 1 ya bu, untuk mengurangi resiko, yang ditransfer 1 embryo excellent. Sisanya 6 embryo dengan kualitas Good sudah dalam tahap blastosis, akan kita bekukan ya bu.”

Titik kecil di layar usg itu adalah embryo yang sedang dimasukan ke rahim saya, pegangan yang kuat ya nak, tumbuh yang sehat, berkembanglah dengan sempurna disitu.

Obat yang diresepkan:

  • Uterogestan 200 2×1 pagi dan siang
  • Crinone 1×1 malam
  • Oestrogel 2×2,5 mg pagi dan siang
Persiapan embryo transfer

 

3 Maret 2017 – 2ww (two weeks wait)

Tepat hari itu ternyata saya mens. Keluar darah langsung banyak. Besoknya mulai banjir. Saya komunikasi terus menerus dengan suster dan akhirnya tidak perlu di cek B-HCG darah karena sepertinya memang bukan darah implantasi atau haartman sign.

Obat-obatan dalam perjalanan bayi tabung dengan long protocol.

 

Yah begitulah singkat cerita walaupun akhirnya panjang juga postingan saya. Bayi tabung kami belum berhasil. Namun karena masih ada tabungan embryo mungkin kami akan program thawing cycle setelah kontrol ke dokter mengenai penyebab kegagalan penempelan embryo. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, sampai cara tersulit untuk hamil sudah kami jalani. Kami gak pernah merasa menyesal ataupun merasa sayang karena sudah melakukan ini tapi belum berhasil. Ada sesuatu dibalik itu atau ada gantinya yang lebih baik buat kami. So, plis jangan tanya lagi sudah pernah ini itu belum? Kami berdua pun sudah melakukan semampu kami.

Kalau ada yang mau berbagi atau mau kasih saran dan sebagainya, feel free to send me an email.

Thank you.

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *