Me Time in Jogjakarta

Beberapa waktu lalu saya pergi sendiri ke Jogjakarta, tanpa ditemani suami. Kebetulan saat itu saya mengikuti seminar yang diadakan di Jogjakarta. Karena saya pikir saya pernah koas selama 1 bulan di Jogja dan sudah lumayan hapal sama Jogja ya kenapa gak pergi aja sendirian. Suami pun sedang sibuk mau menyelesaikan disertasinya, jadi tidak bisa ikut menemani. Saya pikir kapan lagi saya bisa short escape tapi ga banyak deg-degan hehehe. Ditengah rutinitas kadang kita merasa pengen bebas dulu untuk beberapa saat ya kan?

Saya pun berangkat ke Jogja dari Bandung (saat itu saya memang ada urusan dulu di Bandung). Naik kereta Lodaya Pagi berangkat pukul 07.20, saya sudah duduk manis di kereta yang akan berangkat. Awalnya sih deg-degan pergi sendiri jauh-jauh tanpa ditemani suami. Tapi suami pun ikut mengantar saya ke dalam kereta.

Di kereta saya banyak ngobrol dengan ibu-ibu disamping saya. Sesekali melihat pemandangan di luar. Segar sekali melihat banyak pepohonan hijau, sawah, dan melihat aktivitas masyarakatnya yang saya jarang sekali menemukan itu di tempat saya tinggal.

Keesokan harinya saya datang ke seminar tersebut di Hotel Alana Jogjakarta, bertemu dengan teman-teman seperjuangan (kami sebelumnya pernah bertemu di suatu pelatihan). Pulang seminar boleh dong saya jalan-jalan dulu sebelum diantar pulang oleh teman saya.

PIT Fetomaternal 18 @ hotel Alana Jogjakarta

 

-Roaster and Bear-

Saya dan felis (teman saya) makan sore di Roaster and Bear yang katanya lagi hits di Jogja. Restaurant ini menyatu dengan hotel. Designnya unik, kita bisa berfoto dengan beruang besar di dalamnya. Tapi waktu itu sangat ramai, antrinya lama untuk berfoto dengan beruang. Jd saya tidak ikutan foto deh. Hehe.

Kami memesan Baked Chicken, Chicken Rosemary, milkshake coklat, Calamary, dan Chocolava. Menurut saya makanannya cukup enak dan mengenyangkan (porsinya sungguh besar kecuali yang menu calamari). Harganya ya standar makan cantik lah. Hehehe. Cuma disini memang lebih murah dari makan cantik di Jakarta. Menurut saya pelayannya sigap dan restoran ini pun ramai oleh turis-turis.

Roaster and Bear

 

-Abhayagiri Restaurant-

Kami berlima datang ke restaurant ini sore hari. Resto ini memang ada di puncak bukit, jadi kita bisa berfoto dengan pemandangan yang bagus, ditambah lagi kita bisa melihat puncak candi prambanan dari situ.

Tapi untuk menu, menurut saya memang kurang kreatif menyajikannya, harganya pun agak tinggi. Tapi kita memang disuguhkan pemandangan yang sangat cantik untuk kita abadikan. Mungkin kita kesana ya tujuannya hanya berfoto ya hehehe. Sayangnya waktu itu cuacanya mendung. Jogja sedang musim hujan memang.

 

-Candi Ratu Boko-

Karena tidak terlalu jauh dari resto, kami memutuskan untuk berwisata ke Candi Ratu Boko, yang katanya dijadikan tempat syuting film AADC. Candi ini pun ada diatas bukit, Katanya sih candi ini adalah bekas istana Kerajaan jaman hindu dahulu.

Setelah parkir, kami membayar tiket masuk. Saat itu mulai hujan rintik-rintik, saat kami masuk ke dalam halaman candi. Terdapat beberapa lokasi disana, ada kolam tempat pemandian ratu, gua, tempat pembakaran, dan ada pula reruntuhan candi-candinya. Memang tidak seperti Borobudur atau Prambanan yang candinya menjulang tinggi, tapi lumayan lah jika kalian hanya punya sedikit waktu ke Jogja untuk mengunjungi candi ini.

Candi Ratu Boko

 

-Rumah Makan Bu Ageng-

Karena saat itu hujan sangat deras mengguyur kota Jogja, kami tidak jadi main ke Alun-Alun keraton. Jadilah kami makan malam di rumah makan ini. Menunya enak, porsinya cukup, harganya standar. Disitu juga menjual makanan kalengan untuk oleh-oleh. Menu favoritnya adalah nasi campur.

Rumah makan Bu ageng

 

-Bakpia Kurnia Sari-

Bakpia ini oleh-oleh khas Jogja yang mesti dibeli loh ya hehhee. Tokonya ada di ringroad, rasanya macam-macam. Ada yang standar keju, kacang hijau, dll. Ada pula yang rasanya ubi manis, durian, dll. Isinya bisa 15 atau 20.

-Mirota Batik Kaliurang-

Hari terakhir di Jogja, berarti hari berburu oleh-oleh. Karena sudah bosan ke Malioboro, dan susah parkirnya, kami mencoba merbelanja di Mirota Batik Kaliurang. Disini versi mini-nya mirota batik Malioboro yang skrg sudah berganti nama jadi Raminten.

-Gudeg Yu Djum Pusat-

Kurang lengkap rasanya kalau ke Jogja ga bawa gudeg. Walaupun gudeg dari jogja ini rasanya manis dan kering (gak seperti gudeg solo), tapi harus banget makan ini. Nah kalau gak salah gudeg Yu Djum ini yang paling terkenal. Dan jangan takut basi ya kalau mau dibawa keluar kota, karena gudegnya tahan 2 hari kok.

Begitulah perjalanan singkat saya di Jogjakarta. Me time tapi bonus ilmu dan sertifikat. Nah malamnya saya kembali lagi deh ke Jakarta naik KA Taksaka Malam. Sampai Bekasi pukul 03.00 dan suami saya pun sudah menuggu di stasiun hehehe. Sampai jumpa lagi ya di Trip selanjutnya..

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *