Mendaftar Haji Reguler

Bagi umat muslim, rukun islam kelima adalah menunaikan ibadah haji dan umroh. Alhamdulillah, Saya dan suami beberapa waktu yang lalu mendaftar untuk pergi haji. Nah dalam konten kali ini saya akan menjelaskan bagaimana step by step untuk sampai kalian mendapatkan nomor porsi (antrian) untuk pergi haji. Yuk disimak..

Saya tidak akan membahas apa perbedaan haji atau umroh ya, mungkin bisa ditanyakan kepada yang lebih ahli hehehe. Pertama-tama, saya ini memakai haji regular, jadi yang melalui program pemerintah, yang 40 hari, dan yang semuanya mengurus sendiri. Kenapa? Setelah berdiskusi, memang diputuskan yang regular saja. Berhubung masih muda hehehe.

PS: KTP saya berdomisili TANGERANG SELATAN.

Step 1. Membuka tabungan khusus Haji (ke Bank)

Bank yang dipilih pemerintah adalah Bank-Bank syariah di Indonesia, dan ada juga sih beberapa bank lain namun saya tidak begitu yakin Bank lain memiliki tabungan khusus tersebut atau tidak. Contoh Bank yang saya tau adalah Bank Mandiri Syariah, BNI syariah, BCA syariah, BRI syariah, dll. Kalau saya pribadi menabungnya di Bank Syariah Mandiri. Saya membuka tabungan Mabrur (tabungan khusus haji dan umroh). Dengan minimal setor 100 ribu rupiah, dan tidak ada bunga atau pajak, kita membuka rekening khusus itu sesuai domisili KTP. Saran saya, carilah Bank yang merupakan cabang utama di daerah setempat agar proses lebih mudah. Yang dibutuhkan untuk membuka rekening adalah KTP dan NPWP asli. Setelah mengisi data, seperti biaya kita melakukan setoran uang pertama melalui teller. Perlu diketahui jenis tabungan mabrur berbeda dengan tabungan lainnya. Tidak diberikan ATM, tidak ada biaya administrasi, dan jika mau mengambil uangnya kita harus membayar sekitar 25 ribu rupiah. Yah mungkin dijaga saja agar tidak diambil terus, kan niatnya untuk ibadah heheeh.

 

Step 2. Teruslah menabung hingga jumlah tabungan di satu rekening mencapai Rp 25.100.000; pada masing-masing nama yang tertera di buku tabungan.

1 rekening tidak bisa untuk 1 keluarga, jadi bila mendaftar nama suami dan istri berarti menabung sampai 25,100,000 untuk masing-masing nama pada buku tabungan masing-masing.

Kalau tidak salah setiap bulan bisa setor minimal 100 ribu melalui teller di Bank tersebut. Ingat, tidak ada fasilitas ATM dan internet banking. Jadi semua serba manual.

Jika uang anda sudah mencukupi jumlah minimum, anda bisa mengajukan formulir lagi untuk dibawa ke kementrian agama wilayah anda. Ibarat kata, uang yang kita kumpulkan itu untuk membeli nomor porsi di kemenag.

 

Step 3. Tanda Bukti Setoran Awal dan Surat Pernyataan Calon Haji (masih di Bank)

Kita akan closing uang kita di bank untuk dibawa berkas ke KEMENAG. Proses ini kita balik lagi ke bank, mengisi formulir, materai 2 buah, dan membawa foto 3×4 (5 lembar sesuai syarat Haji – Latar putih dengan wajah 80%). Kalau bisa sebelum pukul 15.00 wib ya pergi ke Banknya. Agar proses bisa jadi 1 hari itu. Dari sini kita akan membawa sebundel yang berisi Bukti setoran awal (5 rangkap) dari Bank untuk diserahkan ke Kemenag.

Pada saat ini, uang kita di tabungan sisanya 100ribu rupiah. Jangan ditutup dulu ya rekeningnya, karena saat keberangkatan kita wajib melunasi lagi biaya tambahannya. Jumlah biaya tambahan berbeda-beda sesuai dengan kurs pada saat itu. Saya belum bisa menyebutkan berapa pastinya, tapi menurut orang bank, tahun lalu sekitar 9-10 juta rupiah per orangnya.

 

Step 4. Pergi Ke KEMENAG Sesuai Domisili.

Cari dulu lokasinya sebelum berangkat. Kalau domisili Tangsel, alamatnya di Komp. BSD Kencana Loka Sektor XII 5, Kel. Ciater, Kec. Serpong 15317. (gak jauh dari stasiun Rawa Buntu atau ujung Tol Jorr).

 

Step 5. Mendapat Nomor Porsi (kemenag sesuai domisili)

Di front office sudah tertera persyaratan yang harus dibawa. Agar tidak bolak balik ini saya foto persyaratannya. Antara lain Foto Copy KTP 1 lembar, fotocopy KK 1 lembar, fotocopy surat nikah/ ijasah/akta kelahiran 1 lembar, dan foto sesuai syarat haji (3×4-13 lembar, 4×6-3 lembar). Setelah penyerahan dokumen lengkap, nanti kita akan dipanggil untuk cap jempol.  Jadi harus datang yah, jangan diwakilkan. Setelah itu beres deh. Nomor porsi sudah kita dapatkan dan kita bisa pantau di haji.kemenag.go.id

 

 

Finally sudah selesai, kita tinggal menunggu antrian dan bisa memantau melalui internet.  Teruslah berdoa semoga jalan ibadahnya dilancarkan. Saat keberangkatan kita diberi rejeki dan kesehatan. Alhamdulillah begitulah prosesnya mendaftar haji secara reguler yang bisa kita kerjakan sendiri.

Oiya, saya dan suami kebetulan akan pergi di tahun 2037. Tapi kemarin berhubung Raja Salman datang, kuota haji ditambah untuk keberangkatan dari Indonesia, jadi saya dan suami insyaAllah berangkat di tahun 2031. Doakan semoga sehat selalu ya. Niat yang baik semoga hasilnya baik juga. Amin YRA.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *