Pengalaman Inseminasi

Bulan Februari tahun 2016 saat saya masih program hamil di RS Sam Marrie, saat itu saya adalah pasien dari Prof TZ Jacoeb. Beliau merupakan dokter ketiga yang sudah kami berdua datangi untuk konsultasi. Cerita singkat saya program hamil dimana saja sudah pernah saya posting di “My Pregnancy Jurney”. Saya mau berbagi cerita ttg pengalaman saya saat mencoba Inseminasi 1 tahun yang lalu.

photo taken by ADP

Pengertian Inseminasi adalah Inseminasi adalah teknik dalam dunia medis untuk membantu proses reproduksi dengan cara memasukan sperma yang telah disiapkan ke dalam rahim menggunakan kateter. Hal ini bertujuan membantu sperma menuju telur yang telah matang (ovulasi) sehingga terjadi pembuahan. Mudahnya adalah cara untuk hamil tapi dibantu dokter. Untuk mengetahui bedanya Inseminasi dan bayi tabung, ada di Link ini.

Mungkin orang lebih familiar dengan Bayi Tabung, tapi Inseminasi menurut saya adalah ‘level medium’ untuk membuat bayi hehehe. Jadi Insem adalah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan probability untuk hamil. Biasanya pada kasus unexplained fertility dibatasi hingga 3x mencoba inseminasi, namum pada beberapa kasus, ada yang langsung memakai metode bayi tabung, ada pula yang mencoba dulu indeminasi 1x sebelum mencoba bayi tabung (seperti saya contohnya)

Bedanya apa sih? Sebetulnya tujuannya sama, hanya caranya berbeda. Inseminasi akan berhasil apabila sang calon ibu memiliki sel telur matang yang siap untuk ovulasi dan memiliki saluran tuba yang paten (entah 1 atau 2-2nya). Sebetulnya hanya mempermudah sperma bertemu sel telur melalui proses yang sealami mungkin. Hanya saja sperma-nya dikasih jalan tol, tidak berjuang atau berjalan terlalu jauh.

Pertama saya datang, saat itu saya memang dalam proses screening, saya di cek segala macam laboratorium (darah, hormone, torch, penyakit menular, Microcuretase), Radiologi (HSG), Imunologi (Prick test, ASA, ILS). Jadi diperisapkan 1 siklus haid hanya untuk proses screening. Karena akan membutuhkan waktu di hari-hari tertentu, maka rencana Inseminasi dilakukan di siklus haid berikutnya. Hari menstruasi ke 12 saya datang, di USG. Sel telur ada 1 yang tumbuh cukup besar di ovarium bagian kanan. Keesokan harinya saya diminta datang lagi di jam yang ditentukan. Saat itu malam hari, karena setelah USG saya disuntik obat untuk pemecah telur, kalau tidak salah namanya Ovidrel. Disuntikkan oleh suster dibawah pusat. Normalnya wanita setiap bulan akan menghasilkan 1 atau 2 telur yang matang pada saat ovulasi.

Keesokan harinya saat hari menstruasi ke 14 saya datang lagi untuk Inseminasi, dilakukan setelah magrib. Suami saya diminta untuk menampung sperma, diserahkan ke lab untuk dicuci dan dipadatkan. Sambil berdoa, saya pun disuruh tiduran di tempat tidur dengan posisi litotomi. Tidak lama menunggu, dokter perempuan datang, namanya dr Noni, SpOG. Beliau adalah operatornya malam itu.

Dokternya memasukan semacam kateter melalui vagina dan menyuntikan sperma yang telah diproses tadi. Setelah itu saya dimasukan obat Crinon untuk penguat sambil menunggu 2 jam untuk pulang.

Pregnancy test nowdays for me

Setelah itu saya dan suami pulang. Keesokan harinya saya diminta datang lagi untuk usg, ternyata di hari ke 15 folikel sel telur yang kemarin besar, sudah tidak ada. Katanya sudah pecah dan diharapkan bertemu sel sperma. Diberikan crinon (obat progesteron yang dimasukan ke dalam vagina) lagi selama 5 hari dan diminta untuk cek laboratorium darah untuk periksa kehamilan.

Tapi sayangnya sebelum 2 minggu saya sudah menstruasi waktu itu. Sedih rasanya, menyesal juga karena saya pun merasa waktu itu lelah sekali. Selain saya bekerja setiap hari, kadang 2 pekerjaan saya ambil, waktu itu saya baru pindah rumah dan belum ada pembantu. Jadi semua pekerjaan rumah saya selesaikan sendiri. Entah karena terlalu lelah atau memang belum rejeki waktu itu. Tapi yasudahlah, saya anggap itu adalah pelajaran berharga. Mungkin setiap orang kadar kekuatan dan lelahnya pun berbeda ya, fisik kita sih kuat saja mengerjakan ini-itu, namun psikis kita bisa saja lelah dan sudah tidak kuat untuk bergerak berlebihan dulu.

Conclusion: Inseminasi itu tidak terlalu banyak di interupsi oleh obat-obatan hormon. Inseminasi lebih ke cara yang alami, mengikuti siklus haid wanita, dan hanya membantu mendekatkan sperma ke dalam rahim.

Untuk biaya harga Inseminasi memang tidak seheboh bayi tabung. Kalau ada yang mau bertanya boleh di comment, atau kalau mau bertanya yang lebih pribadi boleh email ke saya, ada di contact bio. InsyaAllah saya akan membantu. Selamat berjuang yaaa.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *