Mempersiapkan Program Bayi Tabung

Bagi para pasangan di luar sana yang masih berjuang memiliki baby pasti sudah pernah dengar soal ini. Entah ada yang nyeletuk coba program ini, entah ada yang pernah cari tau buat persiapan, atau yang seperti saya bahkan saya belajar di bidang keilmuan tapi gamau banget kalau sampai mengalami ehhh tapi ternyata harus banget menjalani.

Kalau Tanya nenek-kakek kita sih sepertinya belum familiar ya. Apalagi generasi Baby Boomers yang mustahil anaknya hanya 1 atau 2. Ditambah lagi di Indonesia teknologi ini belum banyak berkembang di jaman itu.

Beberapa cara orang untuk berkembang biak ada 3 untuk saat ini.

  1. Yang pertama alami, ya seperti orang kebanyakan setelah menikah gak lama kemudian isi. Dengan bertemunya sel sperma dan sel ovum di waktu yang tepat dan dengan cara yang sangat mudah. Cara ini 80% manusia bahkan hewan di dunia berhasil serta tidak memerlukan biaya.
  2. Inseminasi. Ini adalah bantuan pertama yang diberikan kepada pasangan yang tidak berhasil dengan cara alami. Caranya sperma diambil dan diproses untuk dicuci dan dipadatkan volumenya, lalu dibantu dimasukan ke dalam lahir melalui vagina. (maaf ya ini bukan porno tapi ilmu hehe). Harganya masih relative terjangkau, di beberapa rumah sakit atau klinik biaya sekitar 2- 9 juta tergantung apakah ada obat juta yang dipakai. Karena setiap hari pun kita akan dipantau melalui usg. Setelah proses kita akan menunggu hingga jadwal menstruasi berikutnya. Proses ini memang mengikuti siklus alami kita seperti biasa. Hanya saja sang sperma dipermudah jalannya untuk bertemu dengan mbak ovum. Keberhasilannya 5-15% dalam setiap kehamilan.
  3. Bayi tabung atau IVF. Nah yang ini selain butuh keterampilan tinggi, dibutuhkan teknologi canggih untuk membantu agar suami dan istri bisa punya keturunan. Untuk selengkapnya saya akan cerita sedikit mengenai proses ini.

What? Bayi tabung atau saya akan sebut IVF (In Vitro Fertilization) yaitu cara untuk hamil tapi ada yang prosesnya dilakukan diluar tubuh dulu sebelum dimasukan ke dalam tubuh. Cara ini memang dibantu teknologi mutakhir yang saat ini sedang dikembangkan. Ada 2 cara, Long protocol dan short protocol.

  • Long protocol biasanya 6 minggu. Ada obat-obatan downregulasi untuk menekan hormone, lalu dimulai stimulasi untuk memperbanyak sel telur.
  • Short protocol biasanya 4 minggu mengikuti siklus menstruasi. Obat yang diberikan langsung mulai proses stimulasi. Di beberapa RS terkadang ada diskon untuk proses yang short. Kalau kalian masih mungkin pakai yang tipe ini mending ambil diskonnya itu lumayan banget. (sayangnya saya ga pakai yang ini huhu)

Who? and why? Pasangan yang dianjurkan mengikuti program IVF ini biasanya karena sudah bertahun-tahun belum ada momongan. Ada sumbatan di saluran tuba atau gangguan di daerah perut (wanita), kondisi sperma kurang baik (pria), atau mengacu pada usia.

Biasanya pasangan-pasangan yang lebih dari 1 tahun sudah berusaha maksimal secara alami, atau 3x inseminasi yang gagal, atau memang dianjurkan IVF karena kondisinya. Sebetulnya tingkat keberhasilan IVF lebih tinggi di usia muda dibanding di usia yang lebih tua. Karena kondisi sel telur masih banyak di usai yang lebih muda. Presentasi keberhasilan melalui beberapa penelitian memang usia 20-30 tahun merupakan akseptor terbaik untuk proses bayi tabung.

 

When? Kapan dilakukan? Sebelumnya konsultasi dulu dengan dokter yang menangani, biasanya akan dimulai di awal menstruasi bulan berikutnya. Nanti akan dijelaskan time managemennya termasuk kapan harus control lagi, kapan harus cek lab, kapan harus suntik, usg, dll.

Where? Dilakukan di beberapa klinik di Indonesia yang punya teknologi ini. Paling banyak di Jakarta, tapi ada juga yang di Bandung, Surabaya, Padang. Klinik ini biasanya khusus, maksudnya hampir terpisah dengan rumah sakit yang berada di atasnya. Setahu saya di Jakarta itu ada Morula Bunda International Clinic, RSIA Sam Marrie, RSAB Harapan Kita, RSCM Kencana, RS Abdi Waluyo, RS Family Pluit, dll. Tidak semua rumah sakit mampu melakukan bayi tabung. Dibutuhkan alat-alat, Laboratorium, dan Tim yang dilatih khusus. Tidak semua pula memiliki fasilitas yang sama. Contohnya freezing (membekukan) embrio tidak semua bisa dan memiliki alat dengan kualitas yang sama.

How? Cara yang dilakukan adalah singkatnya seperti ini, Istri di stimulasi dengan suntikan dan obat-obatan agar menghasilkan sel telur yang banyak. Setelah itu sel telur di panen / diambil dari luar tubuh. Diproses di Laboratorium hingga menjadi embryo. Lalu di transfer lagi ke dalam tubuh. Mudah kelihatannya, tapi proses ini amat sangat tergantung dengan kondisi tubuh istri. Ditambah lagi kemungkinan komplikasi yang ada menghambat proses bayi tabung. Setelah itu ada yang dinamakan 2WW atau 2 weeks wait untuk kita tahu bertambahnya kadar b-hcg yang ada di tubuh kita.

Apa yang harus dipersiapkan?

  1. Sebelum embriyo transfer: fisik!! Olah raga teratur, makan yang bergizi, minum obat atau suntik teratur, berdoa. Karena kita manusia hanya berusaha selebihnya Allah yang kasih. Setelah embriyo transfer: jauhi pantangan makanan, tidak memijat atau mengoleskan sesuatu yang panas ke perut, tidak menggunakan bahan kimia (untuk mandi, keramas, maupun makeup), makan bergizi, perbanyak istirahat, perbanyak berdoa.
  2. Ini sangat penting. Selain persiapkan biaya untuk bayi tabung, persiapkan pula biaya untuk control kehamilan dan proses persalinan nanti. Termasuk biaya saat setelah anak lahir, vaksin dan imunisasi anak nanti setelah lahir, dan biaya penyimpanan frozen embriyo. Ini jangan sampai luput. Kita disini berusaha menjadi orang tua yang bertanggung jawab kan. Maka kehidupan dan kesehatan anak kita juga harus kita pikirkan.
  3. Support system ini sangat penting terutama melalui orang-orang terdekat. Karena mereka akan mengerti hal berat yang sedang kita lalui dan ikut menjaga omongan maupun sikap ke kita yang sedang menjalani proses bayi tabung.
  4. Psikologis kita sendiri. Kita akan menjadi orang tua yang kita tahu kapan itu terjadi. Itu mungkin lebih deg-degan yah dibandingkan kita hamil secara alami yang kita tidak tahu kapan tespack itu berubah 2 garis. Hehehe. Persiapkan kehamilan dengan sehat, tanpa beban, tanpa ada gangguan terutama dari pekerjaan kita maupun pekerjaan rumah.
  5. Info sebanyak-banyaknya. Dari dokter, internet, blog, maupun dari yang sudah lebih dulu menjalani program bayi tabung. Jadi kita lebih aware dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama program ini.

Untuk pasangan-pasangan diluar sana yang akan mencoba, yang sedang mencoba, maupun yang sudah mencoba namun gagal, tetaplah berusaha. Allah akan memberi kalian rejeki yang tidak didapatkan bagi pasangan yang hamil secara alami. Karena cobaan itu bahkan sudah lebih berat di awal. Tapi percayalah mungkin akan berujung indah di belakangnya. Berbaik sangka pada Allah yang memberi kita sesuatu pada waktunya. Untuk nanti kita pertanggung jawabkan di akhirat.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *