Money Monster

Pernah dengar istilah money monster kan? Entah itu judul film atau memang pernah ada istilahnya. Yes money, kalau ngomongin soal uang emng gak ada habisnya. Selalu butuh. Tapi pernah terpikir gak sih bagaimana kalian mengelola uang. Bagaimana kalian menghabiskan uang yang didapat. Terutama nih setelah masuk ke dunia pernikahan. Entah apapun basic pekerjaan dan menghasilkan uang berapapun. Pastinya kalian hidup banyak kebutuhan, ataupun banyak keinginan seperti saya hehe. Kenapa saya pilih judul ini? Karena uang seperti pisau, kalau tidak dipegang hati-hati dia bisa menusuk atau menjerumuskan kita. Bahkan banyak loh yang rela melakukan apapun demi mendapat uang, ada yang bisa menghambur-hamburkan uang tanpa peduli. Menurut saya uang seperti monster, menakutkan. Giliran ga punya jadi stress, punya banyak pun stress.

Tapi balik lagi deh, saya sudah menikah. Walaupun belum ada si kecil tapi wajib bagi saya menyimpan uang secara bijak. Saya seorang wanita juga, saya pun wajib menyimpan harta untuk saya ketika saya sudah tua atau jika ada kejadian yang tidak diinginkan. Because a smart woman is independent in financial eventhough her husband has much money. Bagi saya yang penting bukan bekerja ataupun tidak, tapi mandiri itu penting agar tidak menyusahkan orang lain.

Suami saya pun berperan sebagai financial planner di keluarga kami. Sampai saat ini kami ketat sekali dalam pengeluaran. Setiap gaji yang masuk selalu dibagi 2 untuk pembagian besarnya.

  1. Uang tabungan
  2. Uang kebutuhan

Setelah dibagi sama besarnya, saya bagi lagi untuk uang tabungan untuk disimpan di beberapa investasi. Investasi bermacam-macam. Ada yang jangka panjang ada yang jangka pendek. Saat ini karena kami berdua masih belajar hidup berumah tangga, kami mencoba semua jenis investasi. Tabungan rupiah, tabungan dollar, Deposito rupiah, Deposito dollar, Emas batangan, Reksa dana, maupun Saham. Semoga secepatnya punya investasi dari harta tak bergerak amin. Nanti suatu hari saya akan bahas tentang investasi itu. Menurut kami, uang yang dimasukkan ke dalam investasi dilarang untuk diambil kecuali yang tabungan rupiah. Karena uang yang masuk kesini adalah uang untuk hari pensiun (masa tua) agar senantiasa tetap bahagia.

Tabungan rupiah wajib ada untuk memenuhi kebutuhan liburan kami berdua. Namanya juga generasi Y, hobi dan impiannya adalah travelling ke seluruh dunia. Kami selalu merencanakan sebulan sekali liburan. Walaupun dekat-dekat saja. Kenapa? Biar gak rese. Karena orang yang rese adalah orang yang kurang piknik hahaha. #no offense. Tapi uang tabungan ini juga saya gunakan untuk seminar-seminar kami. Agar ilmu tetap update dan bisa berbagi. Tabungan ini juga untuk menjamin program hamil saya. Yup karena jumlahnya sangatlah besar, jadi tetap harus dicicil nabungnya.

Selanjutnya adalah uang kebutuhan. Kalau uang kebutuhan ini saya membagi banyak, yaitu kebutuhan wajib, kebutuhan yang sehari-hari, kebutuhan tak terduga, kebutuhan tahunan, dan kebutuhan pinjaman.

  • Kebutuhan wajib adalah kebutuhan yang selalu ada dan contohnya abodemen pulsa, abodemen internet, abodemen tv berbayar, kartu kredit, Bayar listrik dan air, bayar iuran komplek, bayar pembantu, belanja bulanan, bayar asuransi, dan lain-lain termasuk zakat mal. Mungkin saja kalian bisa lebih banyak ya kebutuhan wajibnya. Saya mah apa atuh.
  • Kebutuhan sehari-hari contohnya adalah belanja ke pasar untuk makan harian, belanja rumah tangga (air minum, gas, beras), bensin, kartu prabayar untuk naik transportasi umum, uang virtual untuk aplikasi transportasi umum, tol, dll.
  • Kebutuhan tak terduga itu adalah kebutuhan belanja! Misalnya nih kok tiba-tiba browsing nemu make up yang lagi trend terus terbayar. Atau kalau tiba-tiba suami minta jajan makanan (ini kayaknya udh termasuk kebutuhan sehari-hari, abis jajannya bisa tiap hari). Atau misalkan lagi nyetir ban kempes, atau aki mobil soak. Nah terpaksa deh tuh ada kebutuhan tak terduga. Kadang juga harus menyisihkan untuk angpao teman menikah, atau ada saudara yang meninggal. Itu bisa dimasukkan ke kebutuhan tak terduga guys. Kebutuhan ini tidak selalu ada tapi kok ada terus ya hahaha. Intinya jumlahnya bisa berubah-ubah.
  • Kebutuhan tahunan ini nih yang lumayan “berat”. Bayar pajak mobil, motor, rumah, ada di setiap tahun. Atau yang beberapa tahun sekali semacam perpanjang paspor, ganti ban mobil, ganti aki mobil, renovasi, atau apa ya? Pokoknya kebanyakan yang berhubungan sama Negara ini deh. Tapi seperti THR untuk keluarga saat lebaran, zakat fitrah, atau beli hewan kurban setiap tahun juga masuk sih ke dalam katagori ini. Karena termasuk pengeluaran tahunan bukan bulanan.
  • Terakhir adalah kebutuhan pinjaman. Jadi ini adalah pos untuk sedikit membantu orang-orang yang sedang kesusahan. Bukan debt collector loh yah, tapi kalau kalian mau berzakat atau menyumbang sedikit atau banyak harta yang kalian punya bisa disimpan di pos ini. Sebenarnya pinjaman bukan semerta-merta kita pinjamkan, tapi ya syukur-syukur dikembalikan sih hahahha.

Nah itu dia pembagian keuangan di dalam keluarga kecil saya. Untuk presentasinya ya kalian bisa atur sendiri, karena kebutuhan saya dan kalian pun berbeda. Intinya saya menulis ini adalah kalian selalu ingat untuk membaginya. Supaya tidak hilang atau habis begitu saja. Katanya sih gajinya 3, (tiga koma), tapi habis tanggal tiga langsung koma. Hehehe.

Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi agar selalu membagi-bagi uang yang kalian dapat ke berbagai pot agar mudah pengawasan dan pengendaliannya.

Apa lagi nih buat keluarga yang sudah punya baby, penting nih berkewajiban paling utama menyisihkan uang untuk kebutuhan baby baik itu makannya nanti, pakaian, pendidikan, maupun kebutuhan lainnya. Bagi yang lagi hamil pun wajib siapkan uang untuk persalinan. Yes, bagi saya dan suami, prepare itu penting sekali. Tidak bisa kalian hidup gimana nanti, apalagi buat anak. Kasihan sekali ya punya orang tua yang tidak menjamin anaknya hidup enak dan layak. Semoga nanti saya bukan jadi orang tua yang seperti itu ya Allah. Amin.

At the end, Money is not a monster if you can handle it. Goodluck!!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *