Tips Memilih Asuransi Kesehatan

Saat ini sudah sangat banyak berkembangnya industri asuransi, khususnya asuransi kesehatan. Mungkin sebagian orang sudah memiliki asurasi kesehatan dari perusahaan tempat ia bekerja, tempat suaminya bekerja, ataupun tempat ayahnya bekerja. Sedikit saya ingin berbagi mengenai apa yang harus diketahui dalam memiliki asuransi itu dan bagaimana mempertimbangkannya dengan asuransi lain. Sebagai orang yang bekerja di bidang kesehatan saya banyak sekali dapat kasus mengenai asuransi dan banyak juga yang bermasalah karena tidak punya asuransi. Yuk kita bahas satu persatu.

tipsasuransikesehatan-4

Yang pertama, berbicara tentang asuransi ada yang disebut premi atau iuran yang harus anda bayar. Jadi premi  adalah jumlah per-bulan maupun per-orang yang jumlahnya berbeda di setiap asuransi. Untuk asuransi kesehatan yang swasta biasanya nilainya tetap dan memiliki jangka waktu pembayaran. Bisa 10 tahun, 5 tahun, atau 20 tahun tergantung jenisnya. Premi ini wajib banget disesuaikan sama kemampuan anda. Karena bisa saja anda tidak membayarkan premi untuk diri sendiri, melaikan untuk anak istri juga. Jumlah premi beragam, untuk asuransi kesehatan milik pemerintah perorang sekitar 25ribu dan tidak ada jangka waktunya. Yang swasta pun beragam, ada yang 250 ribu, 400 ribu, bahkan ada yang 1 juta rupiah perorang.

Kedua adalah BENEFIT. Ini yang paling penting mengenai pemilihan asuransi. Apa sih keuntungannya dari asuransi ini. Sampai nilai berapa yang akan ditanggung. Untuk biaya perawatan rawat jalan umunya tidak ditanggung. Untuk biaya ambulance bila diperlukan. Jangan lupa wajib anda ketahui untuk biaya perawatan di kamar kelas berapa kah, sampai berapa lama anda bisa di tanggung ketika anda sakit dan harus dirawat inap. Ada beberapa asuransi yang Cashless (anda tidak perlu bayar di tempat), ada juga yang reimbust / klaim (anda bayar dulu lalu diganti). Banyak sekali yang harus anda ketahui mengenai benefit ini sebelum anda memilih asuransi. Termasuk apakah asuransi ini tidak hanya kesehatan namun asuransi jiwa juga ataupun asuransi yang double nilainya dengan investasi.

Ketiga biasanya anda tidak pernah peduli soal ini padahal ini yang paling penting, yaitu penyakit apa sajakah yang tidak ditanggung oleh asuransi ini. Kadang anda bisa tersulut emosi begitu anda di rumah sakit dan pihak administrasi rumah sakit menyuruh anda bayar. Apalagi kalau sampai dokternya yang disalahkan. Hehehe. Jadi perhatikan dulu ada beberapa penyakit yang tidak akan ditanggung pada asuransi swasta ataupun pemerintah, contohnya seperti penyakit yang anda sudah pernah dilakukan operasi, kecelakaan lalu lintas, HIV/AIDS, melahirkan, program hamil, dll. Sebaiknya anda harus mengerti dulu dan mempelajari secara seksama atau bisa anda tanyakan ke pihak asuransinya agar lebih mengerti.

Keempat, perhitungan sederhana begini, anda bayar premi sesuai kemampuan anda. Lalu anda akan dapatkan nilai keuntungan dari jumlah perhitungan premi tersebut. Jumlah itu akan sejalan dengan berapa biaya operasi yang bisa ditanggung, biaya obat, biaya lain-lain. Semakin anda bayar premi lebih tinggi maka anda akan lebih banyak dapat nilai pertanggungan.

Contoh-contoh kartu berobat di berbagai RS
Contoh-contoh kartu berobat di berbagai RS

Kelima yang juga tak kalah penting, yaitu rumah sakit mana sajakah yang bekerja sama dengan asuransi tersebut. Jangan hanya asal dekat dengan rumah atau tempat saudara. Info ini bisa ditanyakan ke petugas asuransi atau petugas pendaftaran di rumah sakit. Perlu diketahui rumah sakit di Indonesia ini ada beragam jenis tipe dan kelas kamarnya. Untuk tipe rumah sakit, ada yang tipe A yaitu rumah sakit pusat rujukan yang fasilitasnya paling lengkap, jumlah spesialis maupun keanekaragamannya lebih banyak, jumlah kamar rawat inapnya pun lebih banyak. Kalau tipe B biasanya cukup lengkap namun ada beberapa spesialis khusus tidak ada. Tipe C dibawahnya tipe B, begitu pun tipe D yang lebih kecil. Untuk kelas rawat inap biasanya tersedia ruangan Suite, VVIP, VIP, kelas 1,2,3. Tergantung pada jumlah Bed di satu ruangannya dan tergantung fasilitasnya. Biasanya kapasitas kamar kelas 3 itu lebih banyak dibanding kelas-kelas diatasnya. Termasuk ruangan khusus, seperti HCU, ICU, PICU, NICU, CVCU, Stroke unit tidak sama jumlahnya disetiap rumah sakit kadang juga malah ruangan tersebut tidak tersedia di Rumah Sakit yang anda datangi.

Keenam jika anda memiliki asuransi lebih dari satu. Tentukan asuransi mana yang jadi paling utama berdasarkan benefitnya. Karena untuk proses klaim beberapa asuransi memerlukan kwitansi asli. Klaim adalah proses dimana kita meminta biaya penggantian atas biaya RS yang sudah kita bayarkan sebelumnya. Jadi saran saya yang hanya butuh kwitansi copy legalisir adalah asuransi yang pendukung. Tapi semua balik lagi ya ke diri sendiri.

Ketujuh lihat kredibilitas asuransi itu sendiri melalui info bisa dari teman, tetangga, internet, dan lain-lain. Apakah asuransi tersebut lancar membayar klaim, apakah klaim sesuai dengan yang anda bayar sebelumnya di rumah sakit itu, apakah perusahaan penyedia asuransi itu bermasalah, atau malah perusahaan tersebut termasuk top asuransi di Indonesia.

Yang terakhir nih jika kalian sampai saat ini tidak memiliki asurani, selalu sisihkan uang untuk dana darurat. Karena sakit itu mahal, sehat itu murah. Namun sayangnya masih banyak yang tidak peduli akan kesehatannya sendiri.

Take home message-nya adalah jangan sampai keluarga anda yang menjadi beban karena kondisi anda. Pertimbangkan sebelum anda memilihnya. Pelajari dengan seksama bagaimana cara kerja si perusahaan asuransi termasuk proses klaimnya. Ataupun yang mengambil asuransi pemerintah, asuransi itu juga tidak semata-mata gratis. Gratis asal sesuai dengan diagnosis dan persyaratan lainnya. Ok deh, semoga tulisan saya bisa membantu ya. Stay healthy!

tipsasuransikesehatan

 

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *