My Pregnancy Jurney

Setiap keluarga baru pasti banget kok menginginkan anggotanya bertambah sesegera mungkin. Mengenai banyaknya pertanyaan kok belum isi? Memangnya pakai KB? Masalahnya apa sih, kecapekan kerja? Jaga malam terus sih. Atau pertanyaan, nunda punya anak ya? Jangan ditunda loh, punya aja dulu satu, nanti baru pakai KB? Atau juga pertanyaan, kan kamu dokter. Ga bisa ya ngobatin sendiri? Konsultasi ke dokter obgyn gih. Bahkan ada yg menyarankan harus makan ini ga boleh makan itu, diurut ya sama tukang urut yang bisa nyembuhin semua jenis penyakit, atau coba posisi ini posisi itu. Liat dong tanggalnya kalo mau berhubungan, atau yaudah liburan aja biar bisa sambil honeymoon. Atau bahkan ada yang bilang gak kasihan sama orang tuanya kan udah kepingin cucu, dan ada lagi yang bilang kasian mertuanya kan anaknya Cuma satu mau dapetin cucu dari mana lagi. AAARRRRRHHHHGGGG….!!!! Gimana ya?

Kalau ditanya seperti itu gimana perasaan saudara? Ya mungkin bagi kalian yang habis akad nikah langsung JOSS ya ga akan merasakan gimana harus jawab pertanyaan-pertanyaan itu. Nah di rubik ini saya akan mejelaskan detail semuanya. Mudah-mudahan ga ditanya-tanya lagi hehe. Guys, kadang diam dan bersikap seolah tidak peduli itu lebih membantu loh dibanding sikap care atau kepo.

Saya menikah sudah hampir 2 tahun dan memang belum dikaruniai anak. Saya sudah mencoba semua, dari mulai banyakin makan toge, minum sari kacang hijau, minum es kelapa ijo setiap menstruasi, minum madu dari yang murah sampe harganya jutaan juga sudah saya coba, minum air zam-zam, makan kurma muda, makan serbuk kurma, makan buah delima, dll. Berbagai macam posisi dan cara juga sudah kami lakukan kok. Berdoa di depan ka’bah, berdoa setiap habis solat, ngaji, dll juga sudah dicoba. Suami saya juga sudah lebih rajin berolah raga dan makan protein.

Saya sudah mulai niat program hamil dari usia pernikahan masih 3 bulan. Saya konsultasi ke dr Triani, SpOG di RS Pusat Pertamina. Waktu itu saya datang sendiri, di usg bagus, dianamnesis segala macam, sama di papsmear. Papsmear merupakan cara yang dilakukan untuk menilai dari hapusan serviks (mulut rahim) yang wajib untuk wanita yang sudah pernah berhubungan intim berapapun usianya dan wajib diulang sesuai kebutuhan. Saya minta untuk cek Lab lengkap termasuk urin dan TORCH. Ternyata hasilnya ditemukan IgM dan IgG yang tinggi di CMV (cytomegalovirus). Saya diterapi selama 2 bulan, minum obat virus dan immunoglobulin. Setiap bulan saya datang dan setelah 3 bulan saya minum obat saya cek ulang. Ternyata hasilnya jadi tambah tinggi.

Saya memutuskan untuk ganti dokter. Masih di RSPP saya mencoba ke dr Erwinsyah Harahap, SpOG. Menunggu hampir 8 jam saya baru dipanggil. Pasiennya penuh sama yang mau periksa kehamilan. Itu bikin saya makin stress, ditambah saya menunggu dan berobat sendirian waktu itu. Dokter hanya menyarankan berobat dulu ke dokter penyakit dalam. Jadi saya dikonsulkan ke dokter penyakit dalam di RSPP. Besoknya saya bertemu dokter penyakit dalam dan diminta untuk cek IgG avidity CMV. Setelah ada hasilnya katanya hasilnya bagus.

Saya mencoba lagi pindah konsul ke dr. Djoko Sekti Wibisono, SpOG KFER di RS Pondok Indah. Saya diusg dan diminta cek lab hormone dan HSG (HysteroSalphingoGraphy). Pengalaman saat di HSG, wajib dilakukan saat hari ke 9/10 menstruasi. Di waktu yang telah ditentukan, saya di HSG di RS Pondok Indah juga, sakit sekali saat dimasukan kontrasnya sampai hampir pingsan. Tapi memang disana servisnya sangat bagus, saya diberikan tempat istirahat sampai kontraksinya hilang. Dan lagi-lagi hasil HSG dan hormonnya bagus. Saya hanya konsultasi 2x dengan dr Djoko, 1 lagi saya coba di RS Premiere Bintaro. Tapi kali ini sudah ditemani suami hehehe.

Oke, saya tetap berusaha menjaga waktu untuk berhubungan hingga hampir 1 tahun pernikahan. Sampai suami mengatakan ada temannya yang berhasil program dgn Prof TZ Jacoeb di klinik Sam Marie Wijaya atau RS Sam Marie Basuki Rahmat. Saya mencoba konsultasi ke Prof Jacoeb. Kedatangan pertama saya diwajibkan swab vagina dan USG, menunggu lagi untuk bertemu Prof untuk di anamnesis. Jadi cara kerjanya kita wajib mengulang semua lab atau pemeriksaan yang pernah kita lakukan sebelumnya dan wajib di lab atau radiologi di Sam Marie, mungkin agar penilaiannya bisa lebih maksimal aja, karena beberapa lab menggunakan metode yang berbeda.

Saya diminta cek Laboratorium darah lengkap termasuk fungsi hati dan fungsi ginjal, cek hormone, cek semua virus termasuk HIV dan penyakit kelamin, cek urine, dan mikrokuretase. Suami saya juga di cek darah super lengkap termasuk hormonnya, cek sperma, dan cek ASA. ASA adalah menggabungkan darah saya dengan sperma suami dan dinilai apakah sperma diserang atau tidak. Menurut saya itu salah satu metode yang canggih hehehe. Tidak hanya itu, kami berdua diberikan suplemen-suplemen yang harganya ga murah.

Obat-obatan yang setiap hari saya minum
Obat-obatan yang setiap hari saya minum

Hasilnya saya punya alergi yang bersifat menyerang semua termasuk sperma. Jadi saya diminta untuk cek alergi (prick tes) ke dr Cut Natya Rucitra Jacoeb, SpKK. Kesan pertama dokternya cantik banget hehehe. Saya di tusuk dengan ujung jarum dan diteteskan cairan bermacam-macam allergen. Dan ternyata banyak sekali yang harus saya hindari. Saya diminta menghindari gandum, teh, bulu binatang, debu, kacang, coklat, dan turunannya. Sedih banget gak sih, saya makannya hanya nasi, sayur, lauk pauk tanpa boleh jajan. Lalu dikonsultasikan ke dokter androgen untuk dilakukan ILS (Imunisasi Leukosit Suami) jadi saya disuntikan darah suami yang sudah diproses. Sekali lagi ini juga metode yang canggih menurut saya. Dr Lutfi Hardiyanto, PHD yang gaul menyarankan untuk di ILS 3x. Jadi 1x ILS ini harganya 900 ribuan. Tapi karena saya dan suami kepengen banget punya anak dan totalitas ya kami ikuti semua prosedur.

Prick Tes
Prick Tes

Beberapa minggu kemudian saya di sarankan untuk Inseminasi. Jadi saya disuntik hormone di bawah pusar 1 hari sebelumnya, diinseminasi, dan di-USG selama 3 hari berturut-turut. Katanya 2 minggu lagi cek lab B-HCG dan USG. Sambil menunggu saya harap-harap cemas nih. Berhasil gak ya? Sampe bolos dari jaga IGD hehehe. Diberikan juga obat penguat melalui vagina yang harus saya masukan setiap hari. 2 minggu berlalu, ternyata saya menstruasi. Yah gagal deh..

Tapi agak aneh sih menstruasi kali ini yang biasanya saya tidak pernah sakit ini sakitnya luar biasa. Sampai lagi ada pengajian di rumah mertua saya harus dibawa ke IGD oleh suami. Di IGD saya diberi obat penahan sakit dan membaik, lalu dibolehkan pulang. Sampai di rumah rasa sakitnya ada lagi. Mungkin kalau dinilah VAS score nya sampai 9 nih. Sampai pucat dan hanya bisa berbaring. Suami saya membawa lagi saya ke IGD. Dan di IGD di cek darah. B-HCG sangat rendah, berarti bukan karena hamil. Tapi karena sebab lain. Saya pun di USG oleh DR dr Nurhdayat Kusuma, SpOG-KFER, saya juga diperiksa dalam, didiagnosis ada DIE (Deep Infiltrating Endometriosis).

Beberapa hari setelah itu saya konsultasi lagi oleh Prof Jacoeb dan saya meminta dilaparoskopi agak bisa dilihat dan diperbaiki bila ada sesuatu. Prof-nya pun setuju dan saya diminta untuk melakukan pemeriksaan lab dan roentgen untuk persiapan operasi.

Pada tanggal 29 Maret 2016 saya pun dioperasi Laparoskopi-histeroskopi. Yup itu adalah hari ulang tahun saya. Kebayang dong gimana rasanya lagi ulang tahun saya malah masuk ruang operasi yang perut saya harus disayat dimasukan teropong. Saya Cuma berdoa disitu operasinya berhasil, saya sembuh, saya cepat sadar, dan program ini berakhir (saya berhasil bisa hamil). Saya masuk ruang operasi kira-kira jam 8 pagi. Suami ikut menemani sampai saya masuk ke ruang pra operasi. Pukul 14.00 wib saya baru sadar dan sudah terbangun di kamar perawatan.

Persiapan sebelum operasi Laparoskopi-Histeroskopi
Persiapan sebelum operasi Laparoskopi-Histeroskopi

Setelah pulih dari operasi saya masih diberi obat selama 3 bulan oleh prof. Jadi selama ini saya bisa makan obat 4 jenis sehari 3x selama berbulan-bulan program oleh Prof, disuntik berkali-kali, di usg pun sudah bosan hehehe. Disarankan untuk program bayi tabung oleh Prof, tapi saya dan suami merasa tahan dulu deh untuk bayi tabung yang memerlukan biaya seharga beli mobil hahaha. Pusing ya, jadi saya coba lagi secara alami. Dan memutuskan untuk istirahat dulu dari program hamil yang gak Cuma menghabiskan uang, tenaga, waktu, dan diperlukan kesabaran. Mungin punya anak juga harus begitu ya, harus sabar dan sudah pasti lelah. Tapi kami gak berhenti kok, kami juga gak nyerah. Kadang saya suka mikir kok saya sampe harus segininya ya. Ga  bisa kayak orang lain yang bahkan pake KB tetap saja kebobolan. Apalagi melihat anak-anak yang tidak diurus dengan baik oleh orang tua mereka. Tidak disekolahkan tidak dididik dengan baik. Bahkan yang sampai harus dijual atau sampai mencari uang di jalanan. Saya juga suka sedih melihat anak-anak yang mestinya bisa berpotensi baik tapi terhalang karena perekonomian orang tuanya.

Saat ini saya lagi mencoba peruntungan di dr Tarmin, SpoG di Klinik Revita, Cihampelas, Bandung. Sambil jalan-jalan setiap ke bandung setiap bulan saya control oleh beliau, baru 3 bulan nih dicoba sudah di kolposkopi juga papsmear ulang, semoga berhasil. Semoga kami ga harus lagi program hamil, semoga Allah mendengar doa kami, agar segera diberikan malaikat kecil yang menghiasi rumah tangga kami. Amin…

Doa untuk Dapat Keturunan
Doa untuk Dapat Keturunan

PS: Bagi yang penasaran sama rincian biaya yang sudah kami keluarkan boleh comment ya, kalau yang mau tanya-tanya, atau yang mau berbagi pengalaman juga silakan tulis commentnya.. thank you..

You may also like

10 Comments

  1. Dheaaaa, semangaaat
    Akupun begitu, tp ngga setotal kamu, baru coba 2 dokter dan masih ikhtiar di tahun ke 3. Jadi insem nya gagal ya ?
    Mau HSG masih maju mundur baca review di forum dan baca blogmu
    Blh dong share biaya2 nya buat referensi

    1. Hai noni,
      kalau untuk biaya HSG pas aku di RSPI sekitar 1,5 juta. Beda2 sih harganya di setiap rs.
      kalau untuk di HSG sih persiapannya ga boleh berhubungan dr 3 hari sebelumnya. Terus pas hari ke 9 atau 10 bisa di HSG. Dimasukan kontras lewat vagina. Terus di foto semacam roentgen gitu. Disuruh miring kanan dan miring kiri juga. Hasilnya bisa ditunggu sih waktu itu aku 2 jam deh kalo ga salah.
      semangat. Semoga berhasil yaa..
      semoga cepet dikasih baby ya.
      oiya kalo biaya yg lain maksudnya biaya apa aja?

  2. Aku br sadar ini blogmu, de..aku ute kk kelasmu dlu d smansa..sabar ya andea, akupun jg udh 3 tahun, dan insem jg udh 2x..tp tetep 1 strip..tp emg pemeriksaan yg ak jalanin gak semaksimal kamuu..dan ini next rencana laparaskopi..bismillah aja..usaha, berdoa, pasrah..pasti ada saatnyaa..ak ada sodara, d tahun ke 8 nikah br dikasih, disaat udh pasrah bgt dan udah lelaah cek ini itu berobat sana sinii..yaa rejeki,who knows,kapan dan gimana datengnya..hihii semangats!!!!

  3. Woowww dhe, gak semua perempuan berani ngomong ke public kalau ada sesuatu yg salah dalam dirinya yg jadi alasan tertundanya punya momongan..kebanyakan malah menghindar atau cuma mesen2 kalau ditanya ‘kapan punya anak?’. Baca blognya dhea ngigetin gw untuk selalu bersyukur atas rezeki yg kita dapat kepada Allah SWT.. tetap semangathhh ya andheaa.. just like what you said, your miracle is on the way

    1. Rejeki orang berbeda2 kan. apa yang gw punya belum tentu lo punya, begitu jg apa yang lo punya belum tentu gw punya. yang penting do the best aja deh. kan gw jg udh usaha semaksimal mungkin yang bahkan belum tentu semua orang dengan kondisi yang sama bisa punya kesempatan untuk berusaha maksimal. yang penting bersyukur aja, kan masih banyak yang bikin kita bahagia. yang penting bisa berbagi dan menginspirasi orang lain kan lebih baik daripada cuma sedih2 atau nangis sendiri di kamar hehehehe. InsyaAllah masih terus semangat berusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *